Ekonom Indonesia

kumpulan artikel ekonom-ekonom Indonesia

Selalu Masih Bisa diperbaiki

Oleh:

Mohamad Sadli (2005)

Ada anomali yang agak mengganggu dan harus dicari penjelasannya. Di satu fihak keadaan ekonomi dan politik cukup baik dan stabil. Laju pertumbuhan PDB telah menyentuh 6% setahun dan laju inflasi masih di bawah 10% setahun. Tetapi di lain fihak banyak responden terhadap suatu survey merasakan tidak ada perbaikan nasibnya sesudah krisis 1998 dan dalam ingatannya keadaan sebelumnya lebih baik. Perubahan politik pun tidak dirasakan sebagai kemajuan. Tetapi, kalau ditanyakan apakah lebih baik kembali ke zaman Orde Baru, maka pasti pilihan demikian ditolak.

Perubahan regim yang mendadak memang selalu membawa kesemerawutan. Sejarah RI penuh dengan contohnya. Regim kolonial Belanda terlempar oleh perang dunia II dan invasi Jepang. Regim pendudukan Jepang secara mendadak diganti oleh regim kemerdekaan. Banyak orang (tua) mengingat zaman Belanda lebih nyaman ketimbang zaman merdeka. Regim pendudukan Jepang yang mengganti regim kolonial Belanda juga membawa penderitaan ekonomi dan sosial sendiri. Regim Suharto yang bertahan tiga dasawarsa banyak membawa kemajuan ekonomi, akan tetapi pada akhirnya tumbang juga oleh demonstrasi besar-besaran sesudah ekonomi dilanda krisis perbankan. Orde Reformasi yang mengganti regim Suharto tidak langsung bisa membawa stabilitas. Baru setelah kira-kira tujuh tahun maka dewasa ini mudah-mudahan ada permulaan stabilitas baru. Tetapi, pemerintah SBY-MJK belum lolos juga dari ujian sejarahnya.

Continue reading

Advertisements

March 29, 2010 Posted by | Kebijakan Ekonomi, Mohamad Sadli | , , , , , , | Leave a comment